2 Suku Tertua di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Mesir dan Cina dikenal sebagai peradaban kuno termaju pada masa prasejarah. Jangan lupakan keberadaan Maya dan Mesopotamia yang memiliki peranan besar dalam ilmu pengetahuan. Namun, ternyata beberapa penelitian mengatakan jika kelompok manusia tertua justru berada di kawasan Asia Tenggara. Memang, peradaban tersebut tidak dapat dikatakan sebagai yang termaju jika dibandingkan dengan Persia atau Yunani. Tapi setidaknya itu menegaskan jika Asia Tenggara, khususnya Indonesia, berperan penting dalam sejarah peradaban manusia

Perlu diingat bahwa fosil manusia purba tertua ditemukan di dalam gua kapur di Flores, Nusa Tenggara Timur. Seperti dikutip dari the guardian, diperkirakan fosil manusia purba bernama Homo Floresiensis tersebut berusia lebih dari 180.000 tahun.  Untuk itu ayobandung merangkum dua suku tertua di dunia yang ternyata berasal dari Indonesia.

#1 Suku Aborigin di Australia Berdasarkan hasil tes DNA dapat disimpulkan bahwa suku Aborigin yang mendiami sebagian besar wilayah Benua Australia dan Pulau Papua merupakan peradaban manusia tertua di dunia.  Penelitian tersebut menggunakan sampel air liur dari masyarakat modern di Australia dan Papua Nugini. Seperti dikutip dari Sputnik News, langkah tersebut dapat merekonstruksi migrasi nenek moyang Aborigin yang sebelumnya mendiami Benua Afrika. Artinya, Suku Aborigin sebenarnya berasal dari Afrika yang melakukan perjalanan panjang menuju wilayah timur sekitar 75.000 tahun lalu. Ini menjelaskan bahwa Aborigin lebih tua dari peradaban Mesopotamia yang berkembang sekitar 8000 sebelum Masehi.
Sejak 31.000 sebelum Masehi, Aborigin diyakini telah tiba di Australia yang ketika itu disebut sebagai Dataran Sahul. Dataran itu merupakan super benua yang terdiri dari Australia, Papua dan Tasmania. Ketiganya terpisah berkat naiknya permukaan air laut.

#2 Suku Kerinci di Indonesia Menurut peneliti asal Amerika Serikat bernama Bennet Bronson serta Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta, Suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi Bukit Barisan di Provinsi Jambi merupakan kelompok manusia tertua di dunia. Seperti dikutip dari Antara, pendapat tersebut dikemukakan pada tahun 1973 dengan bukti berupa keberadaan manusia yang disebut dengan Kecik Wok Gedang Wok. Bennet meyakini bahwa Kecik Wok Gedang Wok lebih tua dari Proto Melayu maupun Suku Inca di Amerika Selatan karena telah mendiami kawasan Gunung Kerinci sejak lebih dari 10.000 tahun lalu. Pasalnya, pemindahan Proto Melayu atau rumpun Polinesia dari Alam Melayu menuju pulau di Lautan Teduh sebelah timur dan pulau di Lautan Hindia sebelah barat baru terjadi pada tahun 4000 sebelum Masehi. Lantaran kelompok Proto Melayu dinilai lebih dominan sehingga Kecik Wok Gedang Wok perlahan lenyap. Itu disebabkan oleh adanya percampuran darah antara kelompok pribumi dengan pendatang. Kelompok dari percampuran tersebut yang kemudian berkembang dan hadir sebagai nenek moyang masyarakat Kerinci modern. Namun, hingga kini para ahli belum dapat memastikan apakah ras dari Kecik Wok Gedang Wok ini muncul akibat adanya percampuran darah dengan kelompok Proto Melayu. Tetapi, jika dilihat dari unsur linguistik penamaan daerah, beberapa kalangan percaya bahwa Kecik Wok Gedang Wok memiliki kedekatan ras dengan masyarakat India. Nama Kerinci sendiri berasal dari bahasa Tamil berarti bunga Kurinji yang tumbuh di India Selatan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa antara Kerinci dengan India terjalin sebuah hubungan sejak lam

Sumber

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *